|
Salam sukses untuk kita semua.. Fyuuh..akhirnya, satu blog lagi muncul di antara jutaan blog yang telah ada. Kalau begitu, apa sich yang istimewa dalam blog ini? Tentu saja setiap blog dibuat oleh pemiliknya berdasarkan tema-tema tertentu, sesuai dengan keinginan pemiliknya. Begitu juga dengan blog ini, mengusung tema informasi tentang bisnis online dan konvensional, membahasnya, mengupasnya lebih detail, dan menyajikannya secara gamblang agar mudah dipahami setiap orang. Karena itu, saya berharap semoga blog ini dapat bermanfaat bagi setiap orang.
Yuph..cukup sebagai salam pembukanya, di artikel pertama ini, saya ingin membahas tentang profesi bisnis sebagai bidang yang dapat dijalani oleh setiap orang, dengan tidak memandang latar belakang setiap orang. Sudah siap? Baiklah, mari kita mulai saja..
Setiap orang memiliki profesinya masing-masing, entah itu sebagai pegawai negeri, karyawan, dsb. Dalam cashflow quadrant oleh Robert Toru Kiyosaki, dijelaskan bahwa kuadran bisnis itu terletak di sebelah kanan yang merupakan kuadran orang-orang yang memiliki penghasilan lebih tinggi ketimbang orang-orang yang profesinya terletak di kuadran sebelah kiri. Hal ini menarik minat setiap orang untuk beralih profesi ke kuadran bisnis, agar mereka memiliki penghasilan yang lebih tinggi. Namun, naah..di sini kendalanya. Sebagian besar dari mereka berpendapat bahwa berbisnis itu adalah hal yang berat, pasti tidak sanggup melakukannya, karena tidak punya bakat bisnis alami, modal awalnya yang sangat besar, takut rugi, dsb. Saya katakan, hal ini jelas sekali salah!
Bisnis hanyalah sebuah kebiasaan. Sama halnya seperti kita menulis, jika selama ini terbiasa menulis dengan menggunakan tangan sebelah kanan, maka pada saat kita coba untuk menulis dengan tangan kiri akan terasa canggung, bukan berarti tidak bisa, tetapi hanya hasilnya yang kurang maksimal. Begitu juga sebaliknya, orang yang terbiasa menulis dengan tangan kiri, akan terasa sulit untuk menulis dengan tangan kanan. Namun jika kita terus untuk latihan dan membiasakan diri, semuanya pasti dapat kita lakukan dengan baik. Bagi anda yang tidak percaya, silahkan buktikan sendiri..
Begitu juga dengan berbisnis. Karena selama ini tercetak dalam otak kita adalah “bekerja di kantor”, dan sudah terbiasa dengan hal itu, dalam hal ini sama dengan menulis dengan tangan kanan, maka pada saat kita ingin mencoba berbisnis bukanlah hal yang mudah karena memang itu bukanlah kebiasaan kita. Akan tetapi bukan berarti tidak bisa. Jika kita mau memberanikan diri, banyak berlatih, tekun, giat, fokus, pantang menyerah, tahan banting, sabar, dan terus belajar, maka dijamin kita semua pasti bisa melakukannya dengan baik.
Kita sadar bahwa kita semua sedang berpacu dengan laju inflasi. Seperti kata Mario Teguh, jangan kita bersaing dengan biaya yang kita butuhkan, akan tetapi kita harus bersaing dengan penghasilan yang harus kita dapatkan. Coba bayangkan tingkat kenaikan gaji kita dengan laju inflasi, mana yang lebih tinggi?
Sehingga saat ini, setiap kali ada pameran franchise atau business opportunity pasti dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki semangat untuk meningkatkan penghasilannya jauh di atas laju inflasi, meski harus membayar dengan jumlah yang tidak murah untuk masuk ke dalamnya. Karena mereka tidak menjadikan modal awal sebagai suatu kendala, dan mereka yakin bahwa suatu saat nanti di kemudian hari bisa mendapatkan uang yang besarnya ratusan kali lipat dari modal tersebut.
Oke Ricky, kalau begitu, bagaimana cara saya untuk memulai berbisnis, agar menjadi kebiasaan sehari-hari dan mendarah daging dengan diri saya?
Seperti filosofi hidup yang dikemukakan oleh Aa Gym, mulailah dari yang kecil terlebih dahulu. Jadi, mulai sekarang, biasakanlah diri kita untuk mulai belajar berbisnis, meski dengan cara yang sangat sederhana. Misalkan dengan menjadi agen pulsa elektronik, bisnis afiliasi di internet, menjadi reseller Parfum Original, dsb, yang praktis tidak memerlukan modal yang besar dan dapat dijalankan dalam kehidupan kita sehari-hari. Setelah itu menjadi terbiasa, maka dapat dipastikan kita akan mencari bisnis-bisnis yang lebih besar lainnya, yang dapat menghasilkan pendapatan lebih besar lagi. Dan dari situlah, baru kita bisa merasakan indahnya berbisnis.
So, bisnis itu bukanlah sebuah bakat, melainkan hanya masalah kemauan untuk merubah kebiasaan kita, that's it..
Sampai ketemu di artikel berikutnya. Terima kasih.
 |